Dengan Mahar Membaca Al-Ikhlas 3 Kali, Allah Datangkan Berbagai Kemudahan Pernikahan Pasangan Ini


Seorang lelaki bertandang ke rumahnya untuk melamar. Namun takdir berkata lain. Malam itu juga prosesi akad terjadi. Dan Sang Pengantin Wanita hanya meminta calon suaminya membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali. Lalu kemudahan jelang resepsi datang bertubi-tubi.

Kisah indah yang menginspirasi itu dilakoni oleh Ellina Supendy dan Ahmad Marzuki, 5 Juli 2001. Bagaimana cerita lengkapnya? Simak pengakuan wanita peraih Ummi Award 2008 itu dalam akun facebooknya.

5 Juli 2001, suami saya Ahmad Marzuki datang ke rumah cuma modal tekad & nekad melamar. Ngga pake ta'aruf karena saat itu beliau sakit. Jadi langsung lamar aja. 

Proses cuma modal percaya sm Allah karena memang sebelumnya sudah tahu cuma jarang ketemu. Kalau saling ketemu juga muka lurus aja ngga ada rasa apa-apa. 

Niat melamar malah ditembak nikah saat itu juga sm alm bapak. Kamu jawab "siapa takut"?Thanks to Icha Moesa yang rela nebeng mobil untuk sekedar nunjukin jalan ke rumah dan Afwan Riyadi Widiyanto (Vokalis grup nasyid Izzatul Islam) yang rela jadi saksi bisu akad tembakan.

Saat itu saya ditembak bapak mau mahar apa? Saya cuma minta dibacakan QS Al Ikhlas 3 kali. Cuma itu? Iya cuma itu. Itu juga hasil bisikan sahabat saya Yoan Tundoong yang ingetin katanya saya mau ikhlas. 

Kenapa saya minta itu maharnya? Sebab saya cuma ingin diberikan keikhlasan menjadi istri dan menjadi ibu. Nikah modal seadanya. Tapi alhamdulillah ternyata Allah cukupkan semuanya.

Gedung walimah yang harusnya booking 2 bulan sebelumnya, ternyata cuma beberapa hari bisa pakai karena ada yg tiba2 batalin.

Katering yang harus booking min 1 bulan ternyata ada yang menyanggupi malah kami dikasih free 2 gubuk makanan.

Undangan dikasih gratis 600 pc sm suaminya Azimah Subagijo. Souvenir dikasih gratis 600 pc sama Purnama Utami. Baju pengantin, hiasan pelaminan & gedung dikasih diskon luar biasa sama Mba Nur Lailah dengan Pesona Alamandanya yang keren banget. Sampai takjub kami sebab gedungnya kan lumayan luas. Thanks juga to Tri Handhono & Ernayu Djatiwardhani yang mau merekam moment indah kami saat itu.

Kata teman saya Lisda Astuti "Lin, nte mau nikah apa mau demo sih?" 

[Apikepol/wjn]