Progres 98: SBY, Mega, HRS, Prabowo Dan Jokowi Perlu Bersinergi Untuk Cairkan Situasi


Desakan rekonsiliasi yang terus bergulir perlu dikanalisasi agar tujuan untuk menyatukan potensi anak bangsa menjadi efektif dan visioner. Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengimbau perbedaan dan gesekan sesama elit bangsa maupun meningkatnya keresahan yang terjadi di akar rumput pasca Pilgub DKI sebaiknya diakhiri secara konstruktif.

Solusi rekonsiliasi yang kian kencang disuarakan oleh berbagai pihak, menurut dia, harus direspon serius dan cepat oleh Presiden Joko Widodo maupun kekuatan politik yang berada di luar kekuasaan.

"Publik sangat berharap, SBY, Megawati, Habib Rizieq Syihab (HRS), Prabowo Subianto dan Jokowi serta para elit lainnya urung rembuk dan menyingkirkan saling prasangka,' terang Faizal.

Dengan demikian, lanjut Faizal, situasi politik kembali mencair dan membuka jalan kebangkitan seluruh elemen rakyat untuk bergerak dalam alur kesadaran nasional yang berkeadilan.

Spirit rekonsiliasi ia yakin dapat merekatkan dan memandu semua perbedaan dalam kerjasama yang hormani dan lebih bermartabat. Semua pihak, terlebih elit bangsa, ulama, pimpinan parpol dan Presiden Jokowi sudah saatnya menunjukkan keteladanan.

Menurut dia, rakyat sudah jenuh dan sangat berharap negeri ini keluar dari problem serta pertentangan.

"Kalau bisa duduk bersama untuk merajut kebangkitan NKRI, lantas mengapa harus terjebak dalam aneka konflik kepentingan yang tidak memberi faedah bagi rakyat?" pintanya.

Karenanya ia mendorong Presiden Jokowi, Megawati, Rizieq Shihab, SBY, Prabowo dan seluruh kekuatan politik yang ada mempercepat gerakan rekonsiliasi. Momentum tersebut harus disambut dengan tulus dan cerdas.

"Saya kira, kesadaran dan jalan ke arah kebersamaan itu makin mendesak untuk diwujudkan. Berhentilah untuk memamerkan perbedaan atas dasar dan semangat kepentingan kelompok," tutupnya.

[opinibangsa.id/apikepol.com]