Wow.. Ternyata Lima Posisi yang Digadang-gadang Buat Ahok


Cagub pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah dalam Pilkada DKI melawan pesaingnya Anies Baswedan. Kendati kalah, Ahok tetap digadang-gadang oleh pendukungnya untuk menduduki posisi-posisi penting di pemerintah.  Berikut lima posisi yang digadang-gadang buat Ahok:

1. Gubernur Bali

Petisi agar Ahok menjadi Bali 1 dibuat oleh Wika Ganesha pada Rabu (19/4). Hingga Rabu (26/4) pukul 05.45 WIB, baru sebanyak 4.656 tanda tangan yang terkumpul. Sejumlah warga Bali  tak mempermasalahkan pencalonan Ahok. Kendati begitu mereka cenderung memilih tokoh lokal.

"Wah kalau itu ditanyakan, saya pasti pilih Pak Rai Mantra jadi gubernur Bali," kata seorang warga, Nyoman Buda Atmaja. Rai Mantra yang dimaksud Buda adalah Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Setelah Pilkada Serentak 2017 dilangsungkan di 101 kabupaten, kota dan propinsi, pada Juni 2018 akan digelar pilkada serentak gelombang kedua di 171 kota, kabupaten dan provinsi. Ada 17 provinsi yang akan melangsungkan pilkada serentak pada 2018. Di antaranya Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

2. Gubernur NTT

Forum Masyarakat Nusa Tenggara Timur Pencinta Ahok meminta agar Gubernur DKI Jakarta yang masa jabatannya akan berakhir pada Oktober 2017 nanti bisa maju dalam Pilgub NTT 2018 nanti.

 Pengamat hukum dan politik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Nicolaus Pira Bunga menilai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok punya hak untuk menjadi calon gubernur pada Pemilu Gubernur 2018 mendatang.

"Kalau bertolak dari pasal 27 UUD 1945 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) maka Ahok punya hak yang sama sebagai warga negara Indonesia untuk menjadi calon gubernur di daerah mana pun itu," katanya di Kupang, Selasa.

3. Menteri Dalam Negeri

Tersiar kabar Basuki Tjahaja Purnama akan menduduki salah satu pos menteri. Pos menteri dimaksud yakni Menteri Dalam Negeri. Sejumlah pendukung Ahok pun meramaikan dukungan agar Ahok menjabat pos itu lewat tagar #AhokMendagri.

Presiden Jokowi menanggapi santai usulan Ahok masuk dalam kabinet. "Pak Ahok itu masih Gubernur DKI Jakarta saat ini sampai Oktober," ujarnya di Purwakarta, Selasa (25/4).

Isu perombakan kabinet semakin menguat setelah dalam sambutan pembukaan di Kongres Ekonomi Umat MUI akhir pekan kemarin, Presiden membahas mengenai target-target yang diberikan kepada menteri. Presiden mengatakan, dia tak segan mencopot menteri yang tak berhasil mencapai target‎ pemerintah.

‎Namun Jokowi menjelaskan, setiap minggu dia selalu mengevaluasi kinerja setiap menteri yang telah dilantiknya. Hasilnya, sejauh ini semua masih bekerja secara baik dalam mensukseskan program pemerintah. "Baik-baik saja (hasil evaluasi)," ujar Jokowi.

4. Gubernur Sumut

Petisi untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama maju kembali dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) bermunculan. Setelah Bali, kini muncul petisi untuk mengusung Ahok dalam pemilihan Calon Gubernur Sumatra Utara pada Pilkada serentak 2018.

Petisi yang dimuat di situs Change.org tersebut dimulai oleh seseorang mengaku bernama Hary Lim. Ia mengajukan petisi tersebut kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Pak Ahok, bila Jakarta menolakmu maka Kota Medan sangat menantimu," tulis Hary dalam petisi tersebut.

Hary menyebut, masyarakat Sumut kini sudah bosan dengan para pejabat di daerah itu yang terjerat kasus korupsi. Ia pun berharap Ahok mau melirik Sumut dan bersedia maju dalam kontestasi pemilihan Gubernur mendatang.

5. Ketua KPK

Di media sosial juga bermunculan dukungan agar Ahok menjadi ketua KPK. "Thank You Sir @Basuki_btp, Keep Spirit #PilkadaDKI #Ahokketuakpk#Indonesia," tulis salah seorang akun di Twitter.  Salah pendukung Ahok lainnya Aryosukimpet mengatakan, "Pak Ahok, Saya Berharap Bpk Jadi Ketua KPK. Bantai Semua Bedebah2 Pencuri Duit Rakyat #AhokforKPK," tuturnya.
(dmn)