Para Ulama Putuskan Keluar dari PPP Karena Tolak Dukung Ahok


Keputusan PPP Djan Faridz dan PPP Romahurmuziy yang akhirnya sepakat mendukung Ahok di putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta makin memperburuk suasana di akar rumput partai Islam ini. Yang terbaru, para ulama PPP Provinsi Jawa Timur menyatakan diri keluar dari partai, baik dari kubu Djan Faridz maupun Romahurmuziy.

Kesepakatan ini dicapai forum ulama PPP Jawa Timur kembali mengadakan pertemuan di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Palengan Pamekasan. Dalam pertemuan itu, para ulama menyatakan secara tegas memisahkan diri dari PPP kepemimpinan Romahurmuziy alias Romi.

Ulama Jawa Timur menilai Djan Faridz dan Romahurmuziy telah menginjak-injak harkat dan martabat para kiai, yang selama ini berjuang sekuat tenaga agar tidak memilih pemimpin kafir.

Sementara akhir - akhir ini santer di sejumlah pemberitaan, bahwa dua pimpinan PPP, yang saat ini bersengketa tersebut, telah mendukung pasangan Ahok - Djarot dalam ajang Pilkada DKI Jakarta.

"Para ulama PPP Jawa Timur merasa dilecehkan, serta dipermalukan kepada masyarakat, utamanya Jawa Timur yang notabene kental dengan nuansa religinya. Maka kami secara tegas menyatakan memisahkan diri dari PPP kepemimpinan Rommi apalagi Djan Farid," ujar Yahya Hamiduddin, jubir Forum Ulama PPP Jawa Timur seperti dikutip dari jpnn

Soal resiko apapun nantinya pasca keputusan ini, Forum ulama menyatakan siap menanggungnya. Ketika ditanyakan soal ini melalui akun twitternya, Romahurmuziy belum memberikan tanggapan.
(wjn)