Letjen (Purn) Suryo Prabowo: Indonesia Bisa Bersatu Karena Adanya Perbedaan, Bukan Mengkotak-kotakkan


Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo menyambut baik pertemuan para tokoh nasional lintas agama-suku-etnis di rumah Prabowo Subianto, Senin (10/4/2017) malam kemarin. Juga dukungan Komunitas Kristiani untuk Anies-Sandi.

"BHINNEKA TUNGGAL IKA
kan tidak harus berbaju kotak-kotak
apalagi mengkotak-kotakkan 
sesama anak Bangsa Indonesia"

"MENYATUKAN INDONESIA pun
tidak harus dengan 1 warna, PUTIH."

"Indonesia justru bisa BERSATU 
karena adanya PERBEDAAN."

"Bukankah untuk bersatu kita TIDAK HARUS SAMA secara fisik dan visual ?
Yang harus SAMA itu tekad kita membangun JIWA dan Raga Indonesia, untuk Bangsa Indonesia. Bukan yang lain."

Demikian disampaikan mantan Kepala Staf Umum TNI ini melalui akun pribadi Facebooknya, Rabu (12/4).

Seperti diberitakan, pertemuan di kediaman Prabowo dihadiri sejumlah tokoh, seperti Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Tokoh Tionghoa yang juga mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie, mantan Panglima TNI Djoko Santoso, Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas, pengamat politik yang juga eks Ketua KPU Chusnul Mar'iyah, pengusaha pribumi Erwin Aksa, Tokoh Tionghoa Lius Sungkharisma, Bang Haji Rhoma Irama, Presiden PKS Sohibul Iman,
mantan Ketua Muhammadiyah Amin Rais, dan Tokoh-tokoh lintas agama.

"Semua tokoh agama, semua tokoh hadir dari semua golongan. Seluruh WNI adalah saudara kita, semua akan kita lindungi. Bagi kita, perbedaan itu biasa," ujar Prabowo saat konpers usai pertemuan.

Prabowo Subianto juga berpesan "Kita sepakat bahwa keberagaman dan perbedaan pendapat bukan hal yang dapat menjauhkan kita dari tujuan yang lebih besar. Jangan pernah lelah berjuang untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan kita."

(pii)