Katanya Merakyat? Pelawak Saja Anda Temui, Ulama Perwakilan Aksi 313 kok Tak Ditemui, Kenapa Pak Presiden?


Massa Aksi 313 yang diwakili beberapa tokoh umat dan habaib seperti Amien Rais, KH Usamah Hisyam, Habib Alkaf, Habib Muhammad hanya ditemui Menkopolhukam Wiranto.

Alasannya, seperti diungkap Wiranto, kalau massa aksi diterima nanti presiden repot.

"Presiden tidak menerima langsung bukan menganggap remeh umat, bukan karena tidak menerima aspirasi masyarakat secara pribadi. Ini karena jika Pak Jokowi menerima semua harus bertemu dengannya setiap hari, tentu akan sangat repot," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017), seperti dlansir detikcom.

Menurut salah seorang peserta aksi yang merupakan eks jurnalis senior, Nanik Sudaryati sikap Presiden ini egois. Di satu sisi buzzer sosmed dan pelawak saja diterima langsung Presiden, kok ulama habaib malah tidak mau menemui langsung.

Berikut ditulis Nanik Sudaryati yang dulunya sempat jadi Timses Jokowi saat Pilgub DKI 2012:

"Pemerintahan Pak Jokowi ini egoisnya minta ampun. Tidak mau di demo, tidak mau ada aksi, tapi tidak punya sikap adil dan mau mendengarkan umat. Tidak akan ada demo, tidak akan ada aksi umat, kalau dari awal memperlakukan hukum yg sama. Mengapa penista agama satu dengan yg lain diberlakukan beda? Itu sebetulnya SUMBERNYA.

Katanya pecinta Soekarno, katanya pecinta demokrasi, tapi dengan enteng menginjak-injak demokrasi. Siapapun orang yg lantang menyuarakan ketidakbenaran pemerintah, dengan mudah dituduh makar, dan ditangkap. Betapa jahatnya rezim ini, organ-organ negara seperti polisi, dan tentara yg dibayar dari keringat rakyat, kemudian dengan mudah digunakan untuk mengintimidasi rakyat.

Makin aneh lagi, manakala di dalam istana hanya digunakan untuk mendengar suara baik-baik saja, suara yg memuji, dan suara yg menjilat. Kalau segelintir penggiat Sosmed yg tiap hari muja-muji pemerintah, pelawak, penyanyi saja bisa diterima, kenapa wakil jutaan umat tidak pernah mau menerima? Pasti selalu digunakan menteri atau staf untuk menemui. Dimana letak sosok Presiden merakyat itu? Tolong tunjukkan !


Pak Jokowi, sebagai orang yg pernah mengenal Anda, saya mendengar langsung cerita dari Anda, manakala Anda berkisah bagaimana Anda justru mendatangi para demonstran saat menjadi Walikota Solo, dan bahkan mengajak duduk dan bicara, serta makan dengan para demonstran. Dengan bangga Anda selalu cerita bisa melunakkan hati para demonstran. Lalu mengapa sekarang di saat Anda menjadi Presiden Anda tidak menemui demonstran?"

Nanik Sudaryati


(obi)