GNPF MUI Akan Gelar Aksi Tiap Jumat hingga Vonis Ahok Dibacakan


Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam DKI Jakarta, Novel Bamukmin memastikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan terus melakukan long march sampai sidang Ahok selanjutnya digelar. Menurut jadwal, sidang pembacaan vonis kasus penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2017.

Sambil menunggu hari itu datang, GNPF MUI sudah menyiapkan serangkaian demonstrasi pengawalan. Unjuk rasa tersebut bertajuk "Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim" yang dimulai pada hari ini.

“Iya, setiap Jumat sebelum vonis hakim dibacakan kami akan terus berunjuk rasa,” katanya kepada Okezone, Kamis (27/4/2017).

Pria yang akrab disapa Habib Novel tersebut menjelaskan, rencananya massa akan melakukan Salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat lalu long march ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat untuk menyerukan dukungan moril kepada majelis hakim untuk tidak takut dengan intervensi dari penguasa dalam menjatuhkan hukuman maksimal kepada Ahok.

“Mereka (majelis hakim) harus berani memvonis terdakwa penodaan agama yang adalah Gubernur DKI Jakarta itu dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ujarnya.

Novel meyakinkan, seperti poster yang beredar di media sosial, aksi simpatik itu akan berlanjut lagi pada 29 April sampai dengan 4 Mei 2017. Dalam periode tersebut, GNPF MUI berencana menggelar aksi bela Islam di kejaksaan daerah masing-masing.

“Agendanya, untuk memprotes jaksa penuntut umum atas kejahatan mereka membela terdakwa penista agama. Kami juga menuntut Presiden Joko Widodo mencopot Jaksa Agung RI Prasetyo,” tandasnya.
(okz)