Terkait Diskriminasi Polres Jakbar terhadap Ruby Peggy, Komnas HAM Akan Turun Tangan


Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution mengatakan telah menerima laporan dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terkait Ruby Peggy (25), guru ngaji yang ditahan Polres Metro Jakarta Barat, karena dituduh turut serta dalam pemukulan relawan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki-Djarot bernama Iwan Batak (43) pada Senin (13/03) lalu.

Saat mengunjungi Ruby pada Selasa (14/03), perwakilan dari ACTA mendapati Ruby sedang shalat dengan mengenakan celana pendek. Maneger menyayangkan kejadian itu jika memang kabar tentang Rubby ini benar. Ia mengatakan bahwa itu adalah pelanggaran terhadap kemanusiaan, kerendahan martabat, pelanggaran kebebasan beragama, dan keyakinan bagi warga negara.

“Sangat prinsip ya, dan itu pelanggaran kebebasan beragama,” kata Maneger saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (21/03).

Komnas HAM, kata Maneger, akan segera melakukan pemantauan dan investigasi di Polres Jakarta Barat tentang kebenaran berita tersebut. “Kalau berita itu benar, itu patut disayangkan dan kita menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap perilaku dan kinerja dari polisi Jakarta Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maneger mengatakan bahwa Komnas HAM akan meminta pihak Polres Jakarta Barat untuk menginvestigasi secara internal jika ada penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh personel kepolisian dalam melakukan tugasnya. Komnas HAM selanjutnya mengharapkan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan pengawasan terhadap kinerja kepolisian di Polres Jakarta Barat.

“Yang terakhir, melalui kepolisian negara berjanji untuk tidak lagi mengulangi hal yang sama di masa yang akan datang ketika mereka melakukan tugasnya,” pungkasnya.

Diketahui, laporan ini bermula ketika Habiburrahman, perwakilan dari ACTA menemani Euis Herlinawati, ibunda Ruby untuk menjenguk anaknya di Polres Jakbar pada Selasa (14/03), namun tidak diperbolehkan bertemu. Saat itu Habiburrahman melihat Ruby shalat menggunakan celana pendek.

Sebelumnya diberitakan, seorang pendukung pasangan Ahok-Djarot, Iwan Batak, dikeroyok warga setelah menenggak minuman keras dan berbuat onar di Kelurahan Kali Anyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (13/03) malam. Atas kejadian tersebut, Iwan harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Selanjutnya, polisi menangkap seorang warga, Ruby Peggy, yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Meskipun menurut keluarga, Ruby saat itu justru melakukan peleraian. Hingga kini polisi masih mencari dua pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut, yaitu Angga (23) dan Idam Tipar.(obi)