Tak Ada Keadilan, Warga Amankan Pendukung Ahok yang Mabuk Malah Diburu polisi


Warga yang mengamankan pendukung Ahok, Iwan dalam keadaan mabuk justru diburu polisi dengan tudingan melakukan pengroyokan.

“Kalau warga mengamankan pendukung Ahok yang mabuk dan diburu polisi, itu tidak ada keadilan. Kasus ini harus dilihat secara utuh,” kata aktivis politik Rahman Simatupang kepada suaranasional, Kamis (16/3).

Kata Rahman, pengeroyokan diakibatkan ulah pendukung Ahok yang mabuk dan melakukan provokasi. “Kalaupun terjadi pengeroyokan itu akibat dari Iwan terlebih dulu,” jelas Rahman.

Menurut Rahman, kasus provokasi ini akan terus berlanjut agar orang-orang yang tidak berpihak ke Ahok disudutkan dengan tudingan melakukan kekerasan.

“Saat ini skenarionya kelompok antiAhok itu suka kekerasan dan merusak kebhinnekaan,” jelas Rahman. Sebelumnya, Kapolsek Tambora, Muhammad Syafi’i mengatakan, Iwan bersama temannya Kabor dan Gleng menenggak minuman keras jenis vodka dan selesai sekitar pukul 22.00 WIB.

Iwan kemudian melintas di depan rumah warga bernama Nena Zaenab (58) dan berteriak “Hidup Ahok”. Suara Iwan yang kencang membuat Zaenab kaget dan sepontan mengucap “Bangsat Loe”.

“Korban (Iwan) menimpali dengan ucapan Loe yang bangsat dan didengar pelaku Idam Topan, anak ibu Zaenab,” Syafi’i menjelaskan lewat keterangan tertulis, Rabu (15/3).

Tak terima ibunya dihina seperti itu, pria berusia 30 tahun itu pun mengejar Iwan bersama kedua temannya, Rubi Pegy (26) dan Angga (23) yang berada di lokasi, kemudian bersama-sama memukuli Iwan.

“Antara pelaku dan korban sebelumnya saling ejek dengan menyebut korban pemilih kafir dan dibalas loe yang kafir,” kata dia. Perkelahian itu dapat dipisahkan oleh warga.

Namun para pelaku masih belum puas, sehingga mereka mencari Iwan. Sekitar pukul 23.15 WIB, para pelaku menemukan Iwan dan memukuli Iwan hingga mengalami luka.
(snc)