Soal Bagi-bagi Duit Agar Warga Pilih Ahok, Djan Faridz Dinilai Sudah Hilang Iman


Khalayak netizen marah Djan Faridz membagi-bagi uang ke masyarakat usai kampanye Ahok-Djarot. Ada yang menganggap Djan culas, dan tak punya keimanan. Bahkan ada juga yang meminta ketua umum PPP hasil muktamar Jakarta itu dijebloskan ke penjara.

"Apakah ini sudah masuk kategori money politik? Jika iya maka menurut UU No 10/2016 ancaman pidana minimal 3 tahun maksimal 6 tahun," kicau @yopikusworo menanggapi cuplikan video berita Liputan6 SCTV mengenai aksi bagi-bagi uang oleh Djan, yang diunggah @Abuhudzaifah82.

Video cuplikan berita tersebut diupload disertai kredit video berbunyi Djan Farid Ketangkap Basah Bagi-bagi uang saat kampanye. #Bejat, #Kotor dan #TidakBeradab

Pemilik akun @husita berkesimpulan Djan sebagai pemimpin parpol yang otaknya sudah nggak lurus lagi. Akun @HerisonSoni bahkan langsung mengucap "Innalillahi Wainna ilaihi rojiun" menganggapi aksi Djan tersebut. Meski demikian netizen asal Tasikmalaya ini merasa beruntung karena dirinya kini sudah tak lagi bergabung dengan PPP.

"Untung saya udah tinggalkan mereka. Bila perlu gembosin di Tasikmalaya," kicaunya.

Akun @RrgDevino menganggap tak terlalu aneh tingkah Djan seperti itu. Menurutnya, aksi bagi-bagi uang yang dipertontonkan oleh Djan merupakan cara yang dipilih oleh orang-orang panik dan kehilangan iman dan keislamannya.

"Mirisss," kicau Khaeratunnisa, pemilik akun @RrgDevino.

"Mungkin dia lagi "nahi mangkurr"," sebut@BaharGhufron, merujuk salah ucap Djan ketika hendak menyebut nahi munkar dalam diskusi live di salah satu stasiun televisi swasta nasional, baru-baru ini.

Netizen lain kompak meminta Djan ditindak tegas. Bagi mereka, duit pecahan 50 ribuan yang dibagikan Djan ke masyarakat, termasuk anak-anak usai berkampanye untuk Ahok-Djarot di kawasan Kemayoran, Gempol , Jakarta Utara, melanggar aturan kampanye.

"Ini pelanggaran.... wasit mana....?" ucap Laskar Muda‏ di @Yudi69663843. "Culas, curang... Bawaslu mana...? " sambut Cireng Crispy di @hjatnika.

Meski begitu ada netizen yang tak yakin hukum dapat bertindak sebagai panglima. Hal ini terkait hubungan sangat dekat antara Presiden Jokowi dan Ahok.

"Amanlah...pake baju kotak-kotak kan?" kicau Bung di @ahokowi. "Jangan berharap banyak pada Bawaslu. Pilgub DKI kondisinya sama kayak pilpres kemaren. Banyak kecurangan gak akan diproses karena masih kotak-kotak," timpal @vita_kupit