Kehabisan Akal, Timses Ahok 'Jualan' Jenazah dan Rasulullah saw


Sebulan jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, manuver Tim Sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat kian tak terkontrol dan kehabisan akal. Mereka menjual jenazah hingga Rasulullah saw untuk menarik simpati sekaligus mendongkrak citra. Menyedihkan.

Dimulai dari kabar ada jenazah bernama Hindun di Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan yang katanya tidak disholatkan karena memilih Ahok saat pilkada. Berita ini diblow up sehingga menjadi viral. Bahkan hingga kini, isu tersebut masih terus digoreng.

Terakhir, Senin (13/3), Ahok menyempatkan diri bertandang ke rumah Almarhumah Hindun. Ia rela masuk ke gang sempit dan kumuh hanya untuk menunjukkan kepeduliannya.

Setelah itu muncul pernyataan Djarot yang menyamakan dirinya dengan Rasulullah saw. Ia membandingkan sosok dirinya dengan Nabi Muhammad saw terkait penolakan umat Islam atas kehadirannya dalam acara Peringatan Supersemar ke-51 dan Haul Presiden Soeharto di Masjid At-Tin, TMII, Sabtu (13/3).

Kata Djarot, apa yang dialaminya tidak seberapa dibandingkan perlakuan yang didapat Rasulullaj saw saat berdakwah. Kontan saja hal ini menimbulkan tanggapan negatif dari netizen.

Fenomena ini tentu saja ironis karena kubu Ahok-Djarot selama ini gembar-gembor tidak boleh membawa agama dalam politik atau politisasi agama. Mereka menuduh Anies-Sandiaga melakukan ini, namun nyatanya mereka yang berbuat. Tak tanggung-tanggung, mereka menjual jenazah dan Rasulullah saw.(wjd)