Guru Besar UI Pada “Pasukan Oranye DKI”: Gaji Kalian Dibayar oleh Pemda, Bukan dari Pribadi Ahok


Pelaksanaan Pilkada DKI putaran kedua semakin dekat. Terkait pilihan warga DKI Jakarta, guru besar Universitas Indonesia (UI), Nazaruddin Sjamsudin, secara khusus mengingatkan pekerja harian lepas (PHL) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur atau “Pasukan Oranye”.

“Wahai Pasukan Orange DKI, sebelum pilih Ahok-Djarot pikir matang-matang, gaji kalian dibayar oleh Pemda, bukan oleh pribadi Ahok,” tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin.

Sejak awal 2017, Pasukan Oranye telah mendapatkan kenaikan gaji hingga menjadi Rp 4 juta. Tahun sebelumnya, gaji Pasukan Oranye sudah mencapai UMP, yaitu Rp 3,1 juta.

Namun, di balik kesejahteraan Pasukan Oranye, sempat heboh soal ketidakberesan perekrutan Pasukan Oranye.

Hal itu pernah diungkapkan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. Sumarsono mengaku heran dengan banyaknya pengaduan dari pekerja harian lepas (PHL) yang diputus kontrak begitu saja. Dia menduga ada yang tidak beres dengan perekrutan di bawah.

Bahkan, Sumarsono mendapat pengaduan dari Pasukan Oranye yang telah bekerja menjadi PHL selama 20 tahun, tetapi tiba-tiba diputus kontrak begitu saja.
(obi)