FUI: Ahok Tak Dicopot, Indonesia Bakal Jadi Negara Kesatuan Republik Terdakwa


Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al Khaththath mengatakan, pada aksi 313, besok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dituntut untuk mengklarifikasi soal belum juga diberhentikannya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena telah berstatus sebagai terdakwa penistaan agama.

Hal itu mengacu pada Pasal 83 ayat (1) Undang-Undang Pemerintahan Daerah, yang poinnya, seorang kepala daerah harus diberhentikan sementara, ketika sudah berstatus terdakwa suatu perkara. "Kalau tidak dicopot jadi preseden buruk. NKRI bakal jadi Negara Kesatuan Republik Terdakwa," ujar al Khaththath saat menggelar konfrensi pers di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, hari ini.

FUI sebagai penggagas aksi tersebut menargetkan 100 ribu massa turun ke jalan. Aksi ini akan dilaksanakan usai peserta aksi menunaikan salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal dan berakhir di depan Istana Negara.

Teknisnya, ratusan ribu massa aksi tersebut akan melaksanakan longmarch dari Istiqlal menuju Jalan Merdeka Timur melintasi Kedubes Amerika Serikat, Balai Kota Jakarta, Merdeka Barat, dan melaksanakan orasi di depan lokasi berkantornya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita menyampaikan, bahwa Presiden berkewajiban menjalani UU. Seorang terdakwa harus diberhentikan," tandas al Khaththath.
(obi)