Dinilai Panik dan Cium Aroma Kekalahan, PDIP Lakukan ini di Pilkada DKI Jakarta


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pengusung utama cagub terdakwa penista agama, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan cawagub Djarot dinilai semakin panik dan seperti mencium aroma kekalahan.

Respons ini disampaikan oleh netizen menyusul imbauan yang dikeluarkan oleh DPP PDIP terhadap pimpinan dan anggota fraksi PDIP Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot.

Instruksi bernomor 2654/IN/DPP/III/2017 ini ditandatangani langsung oleh Ketua DPP Bambang DH dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

"Bagi pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kota/Kabupaten seluruh Indonesia yang tidak mengindahkan instruksi dan penugasan ini, maka DPP Partai akan memberikan sanksi organisasi sesuai dengan AD/ART dan peraturan partai," demikian salah satu bunyi instruksi yang dikeluarkan di Jakarta pada 16 Maret 2017  lalu tersebut.

Meski Tim Sukses Ahok-Djarot, Eva Kusuma Sundari, menilah bahwa instruksi tersebut merupakan bentuk gotong royong, netizen menangkap maksud yang berbeda.

Sebagian menilai hal ini sebagai bentuk kepanikan dan terciumnya aroma kekalahan di kubu cagub yang tercatat sebagai terdakwa penista agama ini.


"Hebat..satu orang anies bisa bikin panik ketar ketir pdip seIndonesia..si mbok keknya udh merasakan aroma kekalahan makanya jd panik," tulis seorang netizen di laman detik, Selasa (21/3/17).

Bahkan ada netizen yang menyayangkan tindakan pengerahan massa ke DKI jakarta ini mengingat kubu Ahok-Djarot kerap melayangkan protes ketika kaum Muslimin berdatangan ke Ibu Kota untuk mengikuti aksi bela Islam beberapa waktu lalu.
(tbc)