Bachtiar Nasir: "Keinginan Umat untuk Revolusi Karena Adanya Ketidakadilan"


Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nashir menilai bahwa gejolak yang terjadi di kalangan umat Islam karena tidak adanya keadilan.

“Apa yang terjadi belakangan, tentang keinginan sebagian umat Islam untuk ada revolusi, berontak, ingin marah, kalau kita telusuri secara sosiologis sebenarnya, awalnya adanya akumulasi ketidakadilan,” katanya saat menjadi khatib Jum’at di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan (17/03).

Ia memberikan contoh tanah di Jakarta. Konon lima puluh persen aset tanah dipegang satu persen orang Indonesia.

“Dan konon katanya 70% aset Indonesia, termasuk tanahnya, dikuasai 10 persen orang Indonesia,” imbuhnya.

“Apakah ini masuk dalam konsep keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia?” tegasnya.

Pria yang dikenal dengan nama UBN itu juga mengatakan bahwa terdapat akumulasi ketidakadilan secara ekonomi. Ditambah penguasa ekonomi masuk ke ranah hukum.

“Sehingga penegak hukum lumpuh di depan pemegang ekonomi, dan celakanya masuk ke wilayah politik. Inilah yang menjadi akumulasi secara tidak sadar,” tandasnya.(obi)