Surat Terbuka dari Sahabat Untuk Antasari: Jangan Jual Aqidah, Anda Akan Kehilangan Kemuliaan


Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar akhirnya bebas setelah mendapat grasi dari Presiden Jokowi. Antasari bebas usai menjalani hukuman selama 7 Tahun 6 Bulan terkait kasus pembunuhan berencana Nazarudin Zulkarnaen pada tahun 2009.

Grasi itu dikabulkan melalui keputusan presiden (keppres) yang sudah dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).

Usai mendapat grasi, Antasari bertemu Presiden Jokowi di Istana, Kamis (26/1).
Usai bertemu Presiden Jokowi, Antasari lalu hadir di debat Pilgub DKI, Jumat (27/1), dan secara terang-terangan mendukung Ahok, duduk bersama para pendukung Ahok saat debat Pilgub.

Sikap Antasari ini membuat seorang sahabatnya, Navias Tanjung sangat kecewa. Melalui akun facebooknya, Navias Tanjung menulis surat terbuka untuk Antasari.

Berikut isi Surat Terbuka:

Sahabatku Antasari, anda sudah kukenal sejak masih di Tanjung Pinang dan Batam, aku yang paling disakiti saat anda dijebak.

Semoga anda tak lupa tentang saat kita ngopi bersama bapak Limbong, bapak Chuk Suryo Sumpeno, di kantin dulu.

Saat ini anda telah kembali kealam bebas, tetapi membawa petaka baru pada seluruh kami simpatisan anda, karena anda menjual Aqidah.

Anda sebaiknya mundur dari dunia KangOw bajingan2 penguasa hari ini, jika anda tampil menjadi bahagian dari mereka akan menuai SUMPAH SERAPAH rakyat.

Kami tahu dendam anda pada seseorang. Jangan jadikan dendam itu untuk Noda kehidupan hingga ke akhir zaman.

Jika anda tidak jaga jarak pada rezim ini anda akan kehilangan KEMULIAAN. Yang telah anda dapatkan selama anda dalam tahanan, Percayalah pada pesanku selaku teman.

Ttd

Navias Tanjung
081367928084

__
Sumber: fb Navias Tanjung