TERUNGKAP! Yayasan Pemberi Penghargaan "Orang Sholeh" Pada Ahok Ternyata Hanyalah Tempat Fiktif dan Tak ada Aktivitas


Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur asal Bangkalan menyatakan pemberian piagam penghargaan ‘orang beriman dan orang sholeh’ kepada terdakwa penista agama Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari sebuah yayasan di Bangkalan adalah fiktif.

“Saya orang Bangkalan, sudah diselidiki oleh teman-teman alumni PP Sidogiri Bangkalan berita itu hoax. Tidak ada lembaga itu di area itu. Ini jelas propaganda terhadap umat Islam apalagi sekarang Bangkalan sudah punya istilah ‘Bangkalan Kota Dzikir dan Shalawat,” jelas Ahmad Fauzi, Selasa 17 Januari 2017.

Ia juga menyampaikan, agar umat Islam tetap bersatu tidak goyah oleh isu murahan dan fitnah yang berkembang di media sosial.

Menurutnya, setelah diselidiki, yayasan yang telah memberi penghargaan kepada Ahok sebagai ‘orang Sholeh’ hanyalah tempat fiktif dan tidak ada aktivitas.

“Setelah saya tabayyun kepada Ustad Mohammad Imron Husnan yang kediamannya tidak terlalu jauh dari lokasi, ternyata, lembaga itu cuma papan nama saja, tidak ada kegiatan keagamaan di tempat itu. Apalagi pesantren dan kegiatan belajar-mengajar santri sebagaimana lembaga Islam pada umumnya.”

Ia menyimpulkan, piagam itu hanya untuk mencari sensasi saja. Ia berharap umat Islam lebih berhati-hati menerima berita apapun melalui media sosial. Setidaknya  melakukan tabayyun pada orang yang tepat.

Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah foto piagam penghargaan yang dikeluarkan oleh Yayasan Darul Muttaqin, Kamal, Bangkalan kepada tersangka penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam foto yang beredar, yayasan Yayasan Darul Muttaqin memberikan piagam penghargaan ‘Orang Beriman dan Sholeh’ kepada terdakwah kasus penistaan agama, Ir Basuki Thajaja Purnama.

Sementara itu, Sekertaris Komisi Dakwah MUI Pusat Fahmi Salim Zubir, MA yang juga dikenal pakar tafsir al-Qur’an, penyematan ‘sholeh’ kepada orang non-Muslim adalah batal sebab orang-orang yang tidak beriman dalam Islam amalannya tidak dihitung oleh Allah.

“Jelas tidak bisa. Sebab Surah al-‘Ashri menegaskan hal tersebut. Manusia semua merugi kecuali yang beriman dan beramal shaleh. Manusia yang merugi itu ya yang kafir, musyrik, amalnya sia-sia seperti Fatamorgana أن الذين كفروا أعمالهم كسراب بقيمة يحسبه الزمان ماء حتى إذا جاءه لم يجده شيئا ووجد الله عنده فوفاه حسابه,” ujarnya, Rabu 18 Januari 2017.

Menurutnya,  iman orang kafir juga tidak sah dan batil menurut Allah dalam al-Qur’an.

“Mereka yang menista Allah dengan klaim tuhan itu beranak dan diperanakkan hingga langit pecah dan gunung hancur karna dakwaan tersebut imannya telah rusak,“ tambahnya.

Sumber: Portalislam.id