Sekarang Banyak Diperebutkan, Padahal Jaminannya Adalah Neraka


Dalam hajatan demokrasi di negeri ini, sebagian kaum Muslimin terjun aktif sebagai kandidat wakil rakyat atau calon kepala daerah. Mulai dari tingkat Kabupaten atau Kota, Provinsi, hingga pimpinan tertinggi sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Aktif dalam konstelasi pemilihan pemimpin ini, sebagaimana penjelasan sebagian ulama’, tidak menjadi masalah demi menghindari madharat yang lebih buruk berupa terpilihnya sosok yang zalim. Meski ada ulama yang melarang ikut bertanding dalam kancah demokrasi, terlibat dengan menjaga jarak serta memegang teguh akhlak-akhlak Islami dalam memimpin merupakan salah satu pilihan terbaik dari sekian opsi yang ada.

Namun menjadi sangat mengkhawatirkan tatkala sebagian kalangan kaum Muslimin yang aktif dalam hajat ini tidak memperhatikan kaidah-kaidah yang diajarkan oleh Islam. Alhasil, banyak orang yang mulanya berdalih memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya manusia dengan mencalonkan diri justru terjerumus ke dalam siksa neraka tatkala meremehkan bahkan berkhianat dengan prinsip agung ini.

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim Rahimahumallahu Ta’ala meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Siapa yang diberi oleh Allah Ta’ala amanah untuk mengurus rakyat, kemudian dia meninggal dunia pada hari yang telah ditaqdirkan dalam kondisi melakukan tipu daya terhadap rakyatnya, maka Allah Ta’ala mengharamkan surga baginya.”

Tanpa bermaksud menyinggung berbagai pihak, dan diri ini tak layak menyinggung siapa pun, melainkan mengalamatkan nasihat agung ini kepada diri sendiri. Mari melihat betapa banyak orang yang mengingkari janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

Sebelum pemilihan, ada yang berkata hendak melakukan sebuah program hanya dalam dua pekan. Lalu seiring berjalannya waktu hingga masa berlalu lebih dari satu tahun, program yang dijanjikan tak kunjung dilaksanakan.

Ada pula yang mengatakan bahwa harga sebuah komoditas akan diturunkan dengan pengaruh yang dimiliki. Atau, kondisi ekonomi yang akan segera naik dalam masa kepemimpinanya. Atau suatu masalah yang akan mudah kelar tatkala dia memimpin di posisi yang lebih tinggi.

Namun seiring berjalannya waktu, apa yang dijanjikan tak kunjung terjadi. Semakin bertambah hari memikul amanah, semakin banyak pula kegagalan dan kecerobohan yang dilakukan.

Meski gagal dan berhasilnya sebuah kepemimpinan terkait banyak hal, hendaknya kita membiasakan berpikir sebelum mengamalkan hingga tidak asal berbicara. Sebab semua kata yang terlontar akan dimintai pertanggungjawaban. Sebab jika berkhianat terhadap amanah rakyat, surga diharamkan baginya.

Ya Allah, anugerahilah kami seorang pemimpin yang amat besar rasa takutnya kepadamu. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Sumber: Kisahikmah.com