Yang Namanya Relawan Itu di Lokasi Bencana, Bukannya di Mal


Yoyo (30) sedang jalan-jalan bersama teman-temannya di mal di kawasan Jakarta Selatan. Di sana ia menemukan sebuah stand berwarna merah. Dengan embel-embel “teman” dan bersatu dengan kata nama gubernur petahana (incumbent) Ibu Kota. Stand itu berdiri untuk menggalang kartu tanda penduduk Jakarta.

Teman dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) dalam jaringan (daring) atau online yang dikeluarkan oleh Badan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia punya arti sebagai berikut; te·man n 1 kawan; sahabat: hanya — dekat yg akan kuundang; 2 orang yg bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): — seperjalanan; ia — ku bekerja; 3 yg menjadi pelengkap (pasangan) atau yg dipakai (dimakan dsb) bersama-sama: ada jenis lumut yg biasa dimakan untuk — nasi; pisang rebus enak untuk — minum kopi;

Akan tetapi ketika ditanya mereka menjawab adalah relawan, bukan sekadar teman. Relawan menurut kamus yang sama langsung merujuk kepada sukarelawan. Kata sukarelawan mengandung arti orang yang dengan sukacita melaku­kan sesuatu tanpa rasa terpaksa. Kata sukarela ini berasal dari kata dasar sukarela dan imbuhan -wan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996:970) pun, bentuk kata yang ada adalah sukarelawan, sedangkan kata relawan tidak ada.

Benarkan para “Teman” tersebut sukarela melakukannya?

Baru-baru ini kita dengan fakta yang mengejutkan dari berbagai laman media yang menyebutkan eks “Teman”  memutuskan untuk keluar dari organisasi yang akan mengusung petahana maju Pilgub DKI melalui jalur di luar partai alias independen.

Sang mantan tersebut mengaku takut tersangkut kasus korupsi terkait aliran uang panas Rp30 miliar kepada Teman Ahok yang belakangan santer digaungkan media.

“Kami mohon maaf pada orang-orang yang tidak tahu KTP nya kami serahkan ke Teman Ahok,” ujar mantan tersebut yang bernama Paulus dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2016).

“Jujur saja kami tidak bermaksud untuk membohongi rakyat tapi kami perlu uang untuk kebutuhan hidup kami,” lanjutnya.

Terjawab sudah bukan apa makna “sukarela”. Agar tidak terlalu kecewa dan skeptis dengan makna sukarelawan, kita bisa melihat para orang yang sukarela membantu korban bencana yang saat ini melanda Jawa Tengah. Anda bisa cek #PrayForJateng di linimasa Twitter. Itulah relawan sejati.

Mengutip pernyataan seorang tokoh di linimasa: Mau lihat relawan sebenarnya…. di lokasi bencana…. bukan di mall….

Sumber: Bersamadakwah.net