Permen Aja di Bungkus, Masa Kamu yang Lebih Manis Nggak Sih ?


Mawar: “Ngapain coba pakai jilbab, nggak gaul banget deh.”

Dahlia: “Dirimu tahu permen tidak?”

Mawar: “Lha, apa hubungannya permen dengan pertanyaanku?”

Dahlia: “Jawab saja dahulu, nanti baru kuberitahu.”

Mawar: “Ya tahulah, itu pertanyaan cocoknya diberikan kepada anak SD.”

Dahlia: “Syukurlah kalau tahu. Jadi gini, permen aja dibungkusin trus kenapa dirimu yang lebih manis tidak? Apa nggak takut dikerubutin semut?”

Mawar: “Semut?”

Dahlia: “Itu cuma istilah saja, maksudnya apa nggak malu dipelototin laki-laki dalam keadaan auratmu terbuka? Salah satu fungsi berhijab itu untuk melindungi dari gangguan. Termasuk dari pandangan syahwat kaum lelaki yang bukan mahramnya.”

Mawar: “Itu kan cuma pendapatmu saja.”

Dahlia: “Tidak, itu bukan sekadar pendapat. Tetapi dinyatakan dalam Qur’an Surah al-Ahzab ayat 59 yang artinya, “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.”

Mawar: “Rambut nggak mesti pakai jilbab. Terpenting hatinya dijilbabin dahulu.”

Dahlia: “Eits, jangan salah. Dalam Hadits Riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram.’ Jadi jangan meremehkan penting menggunakan jilbab, percayalah bila sudah menggunakan jilbab sedikit banyaknya akan mempengaruhi hatimu agar mengurangi hal-hal yang dapat menyebabkan keburukan di mata Allah Ta’ala.”

Arief Siddiq Razaan, 15 Maret 2016